Idul fitri adalah simbol kemenangan,simbol kebersamaan dan simbol ketaqwaan kepada Allah SWT.
Idul fitri bila ditilik segiontologinya merupakan kata yang berasal dari bahasa arab yang mempunyai arti“Kembali kepada kesucian”. Kesucian tersebut bermakna kemurnian jiwa manusiadalam mengikuti ajaran yang diridhoi oleh Allah SWT. Sebagian ulama mengatakanbahwa makna dari kesucian tersebut adalah jiwa yang suci, asal usul manusiadewasa yaitu seorang bayi, dan bayi adalah satu-satunya manusia yang suci dantidak memiliki dosa sedikitpun.
Dari pengertian tersebut dapatdiambil sebuah konsep bahwa Idul fitri bermakna sebagai simbol akhir darisegala cobaan dan juga awal dari suatu kehidupan yang suci, simbol kemenanganatas segala rintangan yang telah kita lalui dan simbol dimulainya hidup baru,pribadi baru yang menuju pada arah yang lebih baik.
Kemenangan ini dapatlah kita raih apabilakita merayakannya dengan meningkatkan silaturrahim antar umat manusia sertamenjadikan pribadi kita lebih sebagai pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT.
Kemenangan itu juga patutlah tercapaiapabila kita telah menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh tanpamelakukan perbuatan yang bisa membuat tidak diterimanya amal ibadah puasa kita.
Kemenangan Lintas Agama
Idul fitri merupakan sebuah simbolkemenangan bagi siapapun yang telah berjuang menahan hawa nafsu yang sejatinyaadalah fitrah kita sebagai manusia. Kemenangan itu bukan saja hanya bagiumat muslim tetapi tentu saja bagi umat non muslim sekalipun yang telahberjuang bersama-sama dalam menahan hawa nafsu dengan menjunjung tinggi sifattoleransi antar umat beragama. Sungguh beruntung kita sebagaimasyarakat indonesia sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat ketimuran.Masyarakat dengan adat sopan santun yang tinggi , toleransi yang tidak terlalususah untuk diterapkan karena merupakan sifat asli dari masyarakat indonesia. Sifat inilah yang mendorong kitauntuk saling menghargai antar umat beragama, mengedepankan rasa kebersamaantanpa saling mengganggu ibadah satu umat oleh umat yang lainnya, didukung olehsistem negara kita yang demokatis semakin menguatkan pernyataan bahwa Idulfitri bukan hanya milik umat muslim, tetapi kemenangan ini merupakan milik seluruhumat bahkan lintas agama.
Ajang Pembersihan Diri
Pembersihan diri sebenarnya adalahinti dari makna Idul fitri dengan proses penggosokan jiwa selama satu bulan, masayang amat singkat bila dibandingkan dengan perbuatan dosa yang telah kitalakukan. Proses pembersihan ini terbagimenjadi dua bagian, proses pembersihan diri yang berkaitan dengan hubungan kitasebagai individu kepada Allah SWT (Hablumminallah) dan pembersihan diri kitasebagai individu kepada individu-individu yang lainnya (Hablumminannas). Pembersihan diri Hablumminallahdilakukan dengan berpuasa selama sebulan penuh. Karena puasa adalah jenisibadah yang vertikal dan langsung berhubungan dengan Allah SWT. Juga kadarsempurnanya ibadah puasa kita hanya Allah lah yang mempunyai hak perogrativeuntuk menentukan hal tersebut. Sebagaimana Firman Allah yang tercantum dalamsebuah hadits qudsi “Puasa itu hanya untuk-Ku, dan Aku-lah yang kelak akanmembalasnya” Riwayat Abu Hurairoh ra. Tetapi kadar tersebut sedikit banyaktelah dijelaskan garis besarnya oleh Rosulullah SAW dan juga para ulama fiqh.Kadar ini belumlah sempurna pada hari Idul Fitri apabila kita belum menuntaskanHablumminannas kita, saling meminta dan memberikan maaf antar sesama individu.Karena kita sebagai makhluk sosial yang bersimbiosis tentulah tidak sepenuhnyalepas dari kesalahan-kesalahan yang terjadi antara kita. Kesalahan tersebutharuslah kita bersihkan dengan saling meminta dan memberikan maaf, barulahpembersihan diri kita akan sempurna dan hari kemenangan benar-benar bisa kitaraih.
Minal ‘Aidin wal Faizin
Kalimat yang hampir selalu terucappada hari raya Idul fitri ketika kita berjumpa dengan orang lain. Satu kalimatyang begitu indah karena kalimat ini sesungguhnya merupakan sebuah kalimatdo’a. Minal aidin wal faizin adalah kalimatbahasa arab yang dalam bahasa indonesia berarti “Semoga kita kembali kepadakesucian dan kemenangan”. Menurut para ulama kemenangan disini yang dalambahasa arab berarti “faiz” merupakan kata yang berakar dari kata “fawz”sebagaimana yang banyak termuat didalam Al-quran yang memiliki arti“keberuntungan” atau “kemenangan”. Sedangkan menurut Quraish Shihab , bila katafawz dirujuk pada Al-quran kecuali surat An-nisa : 73 ditemukan bahwa hampirseluruh kata itu bermakna “Pengampunan dan keridhoan Allah SWT sertakebahagiaan surgawi”. Dari berbagai pendapat tersebutbolehlah kita ambil kesimpulan bahwa kaliamat “minal aidin wal faizin”merupakan sebuah do’a yang bermakna “Semoga kita termasuk orang yangmendapatkan ampunan dari Allah SWT serta mendapatkan keridhoannya sehingga kitamendapatkan kenikmatan surgawi kelak apabila kita telah melalui seluruh ujiankehidupan ini”. Subhanallah, Sungguh indah Idul fitriini, sungguh indah hal-hal yang terkandung didalam hari kemenangan ini. Tentusaja kita berharap agar hari kemenangan ini menjadi hari diamana kitabenar-benar menang dalam melalui segala cobaan dan menjadikan kita pribadi yanglebih baik dari masa-masa sebelumnya. Writer : Muhammad Iqbal ASDJ
Kemenangan Lintas Agama
Idul fitri merupakan sebuah simbolkemenangan bagi siapapun yang telah berjuang menahan hawa nafsu yang sejatinyaadalah fitrah kita sebagai manusia. Kemenangan itu bukan saja hanya bagiumat muslim tetapi tentu saja bagi umat non muslim sekalipun yang telahberjuang bersama-sama dalam menahan hawa nafsu dengan menjunjung tinggi sifattoleransi antar umat beragama. Sungguh beruntung kita sebagaimasyarakat indonesia sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat ketimuran.Masyarakat dengan adat sopan santun yang tinggi , toleransi yang tidak terlalususah untuk diterapkan karena merupakan sifat asli dari masyarakat indonesia. Sifat inilah yang mendorong kitauntuk saling menghargai antar umat beragama, mengedepankan rasa kebersamaantanpa saling mengganggu ibadah satu umat oleh umat yang lainnya, didukung olehsistem negara kita yang demokatis semakin menguatkan pernyataan bahwa Idulfitri bukan hanya milik umat muslim, tetapi kemenangan ini merupakan milik seluruhumat bahkan lintas agama.
Ajang Pembersihan Diri
Pembersihan diri sebenarnya adalahinti dari makna Idul fitri dengan proses penggosokan jiwa selama satu bulan, masayang amat singkat bila dibandingkan dengan perbuatan dosa yang telah kitalakukan. Proses pembersihan ini terbagimenjadi dua bagian, proses pembersihan diri yang berkaitan dengan hubungan kitasebagai individu kepada Allah SWT (Hablumminallah) dan pembersihan diri kitasebagai individu kepada individu-individu yang lainnya (Hablumminannas). Pembersihan diri Hablumminallahdilakukan dengan berpuasa selama sebulan penuh. Karena puasa adalah jenisibadah yang vertikal dan langsung berhubungan dengan Allah SWT. Juga kadarsempurnanya ibadah puasa kita hanya Allah lah yang mempunyai hak perogrativeuntuk menentukan hal tersebut. Sebagaimana Firman Allah yang tercantum dalamsebuah hadits qudsi “Puasa itu hanya untuk-Ku, dan Aku-lah yang kelak akanmembalasnya” Riwayat Abu Hurairoh ra. Tetapi kadar tersebut sedikit banyaktelah dijelaskan garis besarnya oleh Rosulullah SAW dan juga para ulama fiqh.Kadar ini belumlah sempurna pada hari Idul Fitri apabila kita belum menuntaskanHablumminannas kita, saling meminta dan memberikan maaf antar sesama individu.Karena kita sebagai makhluk sosial yang bersimbiosis tentulah tidak sepenuhnyalepas dari kesalahan-kesalahan yang terjadi antara kita. Kesalahan tersebutharuslah kita bersihkan dengan saling meminta dan memberikan maaf, barulahpembersihan diri kita akan sempurna dan hari kemenangan benar-benar bisa kitaraih.
Minal ‘Aidin wal Faizin
Kalimat yang hampir selalu terucappada hari raya Idul fitri ketika kita berjumpa dengan orang lain. Satu kalimatyang begitu indah karena kalimat ini sesungguhnya merupakan sebuah kalimatdo’a. Minal aidin wal faizin adalah kalimatbahasa arab yang dalam bahasa indonesia berarti “Semoga kita kembali kepadakesucian dan kemenangan”. Menurut para ulama kemenangan disini yang dalambahasa arab berarti “faiz” merupakan kata yang berakar dari kata “fawz”sebagaimana yang banyak termuat didalam Al-quran yang memiliki arti“keberuntungan” atau “kemenangan”. Sedangkan menurut Quraish Shihab , bila katafawz dirujuk pada Al-quran kecuali surat An-nisa : 73 ditemukan bahwa hampirseluruh kata itu bermakna “Pengampunan dan keridhoan Allah SWT sertakebahagiaan surgawi”. Dari berbagai pendapat tersebutbolehlah kita ambil kesimpulan bahwa kaliamat “minal aidin wal faizin”merupakan sebuah do’a yang bermakna “Semoga kita termasuk orang yangmendapatkan ampunan dari Allah SWT serta mendapatkan keridhoannya sehingga kitamendapatkan kenikmatan surgawi kelak apabila kita telah melalui seluruh ujiankehidupan ini”. Subhanallah, Sungguh indah Idul fitriini, sungguh indah hal-hal yang terkandung didalam hari kemenangan ini. Tentusaja kita berharap agar hari kemenangan ini menjadi hari diamana kitabenar-benar menang dalam melalui segala cobaan dan menjadikan kita pribadi yanglebih baik dari masa-masa sebelumnya. Writer : Muhammad Iqbal ASDJ

0 komentar:
Posting Komentar